Category: PRESENTASI

presentasi-1
Apa itu mobilisasi sumber daya pada organisasi nirlaba? Sumber daya mencakup sumber daya manusia (keahlian, pengetahuan dan konsep/pemikiran) dan barang seperti uang, material, informasi, atau bentuk lainnya yang digunakan bagi mencapai tujuan organisasi. Sumber daya dapat berbentuk sumber daya keuangan maupun non-keuangan yang mendukung pemenuhan kebutuhan organisasi. Sedangkan mobilisasi sumber daya berarti perluasan sumber-sumber daya, dan peningkatan keterampilan, pengetahuan dan kapasitas dalam pengelolaan sumber daya yang dimiliki organisasi. Mobilisasi sumber daya adalah upaya yang memastikan tercukupinya sumber daya organisasi dalam pengembangan, pelaksanaan dan keberlanjutan pencapaian visi dan misi organisasi. Berdasarkan definisi di atas, maka beberapa pertanyaan kunci yang kemudian mengikuti antara lain adalah: apakah komposisi sumber daya yang organisasi Anda miliki telah sesuai dengan kebutuhan? Apakah sumber daya yang Anda miliki telah mencukupi? Adakah ketergantungan organisasi kepada sumber daya tertentu? Apa jenis dan model mobilisasi sumber daya yang paling tepat bagi organisasi kami?
25 Mei 2015ICT for NGO
presentasi-2
Kenapa organisasi masyarakat sipil harus mengelola pengetahuan? Karena pengelolaan pengetahuan akan menjamin pertumbuhan dan keberlanjutan organisasi: pengelolaan pengetahuan akan menguatkan radar sensitivitas dan menguatkan daya ungkit sumber daya organisasi yang lainnya. Pengelolaan pengetahuan akan menyasar 3 dimensi organisasi yaitu dimensi obyek, agen dan konteks. Hirarki pengetahuan akan terdiri dari data – informasi – pengetahuan dan kebijaksanaan. Pengetahuan mencakup pengetahuan explicit dan tacit. Muara pengetahuan atau ingatan organisasi terbangun dari 2 arus pengetahuan, yang masing-masing membutuhkan model pengelolaan khusus: arus pengalaman akan dikelola menggunakan pendekatan budaya organisasi dan arus informasi akan dikelola menggunakan pendekatan sistemik. Untuk membuat muara pengetahuan atau ingatan organisasi mampu menjamin pertumbuhan dan keberlanjutan organisasi maka dibutuhkan spiralisasi dan konversi pengetahuan, yang dikelola dalam organisasi pembelajar. Terdapat 3 elemen utama pembentuk kondisi pemungkin pengelolaan pengetahuan pada organisasi pembelajar yaitu: budaya organisasi, sistem, dan satu elemen baru yaitu: teknologi, terutama TIK – teknologi informasi dan komunikasi.
25 Mei 2015ICT for NGO