Pelatihan Pembuatan Website Organisasi Non Profit Sesi 2

shadow

Informasi Kegiatan

Hari/Tanggal: Jum’at, 15 Juli 2022
Host: Co-Evolve
Lokasi: Online Zoom Meeting
Pemateri: Bayu Nugraha (ICT Specialist ICT4NGO) & Teddy Hansen (ICT Specialist ICT4NGO)

Deskripsi Kegiatan

Kegiatan pelatihan yang diadakan CO-Evolve ini diikuti oleh 17 peserta dari seluruh CSO di Indonesia dan di isi oleh 2 Pelatih.

Kegiatan ini berlangsung selama 2 jam yang dimoderatori oleh Ria Yulianti selaku Team Sekretariat Co-Evolve.

Pelaksanaan Kegiatan

Pelatihan praktik pembuatan website bagi organisasi non profit sebelumnya telah mempelajari beberapa hal yakni berkaitan dengan analogi dunia internet, pentingnya website bagi organisasi, kunci keberhasilan dalam membuat website dan mengenalkan fitur-fitur CMS WordPress.

Pada pelatihan pembuatan website sesi kedua peserta dibagi menjadi dua kelompok sesuai dengan kelompok pada sesi pertama. Sesi kedua pelatihan, pelatih mengajak untuk memperdalam pengetahuannya terhadap fitur yang tersedia untuk menyempurnakan halaman utama website dengan mengetahui cara membuat menu, fungsi widget, mambuat katagori, halaman baru, memahami builder yang digunakan. Theme yang digunakan dalam praktik ini yaitu enfold, theme ini memiliki page builder tersendiri untuk memudahkan bagi pemula.

“untuk membuat halaman beranda kita memerlukan beberapa item yakni, easy slider, special heading, text blok, button, icon box dan blog post yang mana ini biasanya harus muncul di halaman beranda”. Ungkap Teddy. (Jum’at, 15 Juli 2022)

Item-item yang digunakan dalam membuat halaman utama atau beranda dalam builder bawaan dari theme enfold antaranya:

  1. Easy Slider, digunakan untuk menayangan gambar slider berisi tittle dan kutipan
  2. Special Heading, berupa Text yang berfungsi memberikan tittle utama seperti (tentang kami, Visi dan Misi)
  3. Text Blok, memiliki fungsi sebagai pemberian kutipan atau tulisan
  4. Button, untuk memberikan link yang mengarahkan ke halaman yang berbeda
  5. Icon Box, digunakan untuk membuat program/isu strategis dari organisasi
  6. Blog Post, untuk menampilkan berita yang berkaitan dengan liputan kegitan maupun yang di publikasi oleh media berita

Hari kedua pada diskusi kelompok satu, Bayu selaku IT Specialist ICT4NGO meminta kepada peserta untuk memberikan testimony terkait kendala-kendala dalam pembuatan website pada hari pertama. Beberapa peserta ingin mengetahui lebih terhadap layout yang digunakan dalam membuat kolom slider dan model layoutnya.

“layout sebenarnya teman-teman dapat mengeksplore nanti saya akan berikan link demo untuk mengathui element-element pada theme enfold”. Ucap Bayu.

Theme enfold sudah cukup lengkap dengan memiliki element-elemet yang dapat digunakan sesuai dengan keinginan dari masing-masing lembaga. Layout yang bervariasi dalam membuat sebuah website akan menambah kesan yang menarik untuk di tampilkan dan dilihat oleh public dan mempermudah editor untuk menggunakannya. Seperti halnya layout element yang di dalamnya memili banyak layout mulai dari satu kolom hingga bentuk tab section.

Sebelum melajutkan, Bayu mengatakan untuk ukuran gambar maksimal 750×400 pixel agar ukuran gambar pas sesuai dengan ukuran layout yang ada. Ukuran gambar harus sama antara gambar yang satu dengan yang lainnya agar tampilan slider tidak berubah-ubah mengikuti ukuran gambar sebenarnya.

Kelompok yang berbeda, Teddy mengatakan untuk edit gambar untuk disesuaikan menurut ukuran yang seharusnya dapat menggunakan aplikasi paint bawaan dari windows atau menggunakan photoshop dan aplikasi edit gambar lainnya. Begitupun gambar yang akan di tampilkan pada macam-macam program dari organisasi harus memiliki ukuran yang sama agar layoutnya sejajar dan memiliki kesan yang bagus.

“icon pada macam-macama program dapat dirubah sesuai dengan keinginan dapat berupa logo, gambar kegiataan atau icon itu sendiri”. Tambah Bayu.

Posisi layout untuk program dapat disesuaikan dengan keinginan dan tetap memperhatikan keindahan dari websitenya. Icon pada program dapat berupa photo kegiatan atau logo dengan ukuran yang sudah di samakan dan konten tulisannya disamakan agar tampilan akhirnya sama rata.

“bagian layout selanjutnya akan di tampilkan berita dengan memasukan lement blog post “. Ungkap Teddy.

Tampilan berita dapat dirubah-rubah sesuai keinginan dengan beberapa tampilan yang sudah disediakan oleh builder elemrt blog post. Usahakan dalam tampilan berita memunculkan tanggal kapan berita tersebut dimuat untuk menunjukkan lembaga selalu update konten.

“setelah mengatur layout pada bagian berita, sekarang mengatur bagian footer”. Tutup Bayu.

Bagian akhir pelatihan sesi kedua, Bayu mengajak peserta untuk setting dan memberikan tulisan pada footer website yang berisikan tentang kami dan alamat dengan masuk ke bagian widget pada pengaturan wordpress dan pilih footer satu untuk memberikan konten pada kolom tentang kami dan footer dua untuk memberikan alamat dan kontak dari organisasi.